Platform riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Masuk petugas

Metodologi perhitungan

Standar, rumus, kategori, dan cara kalkulator membaca pola tiga usia.

Triusia menilai pertumbuhan anak usia 0 sampai 60 bulan memakai Standar Pertumbuhan Anak WHO 2006, yang di Indonesia ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Selain indeks antropometri, kalkulator memperkirakan usia berat dan usia tinggi, lalu membandingkannya dengan usia kronologis untuk membaca pola pertumbuhan.

Data yang dimasukkan

  • Jenis kelamin anak.
  • Tanggal lahir dan tanggal pengukuran.
  • Berat badan dalam kilogram, hingga dua angka desimal.
  • Panjang badan telentang untuk anak di bawah 24 bulan atau tinggi badan berdiri untuk anak 24 bulan ke atas, dalam sentimeter.
  • Opsional: lingkar kepala, lingkar lengan atas (LiLA), edema bilateral, dan berat lahir.

Umur

Umur dihitung dari selisih tanggal lahir dan tanggal ukur. Sesuai kamus data, umur dalam bulan penuh dipakai untuk memilih nilai rujukan, sama dengan cara membaca tabel Permenkes No. 2 Tahun 2020. Admin dapat mengganti metode ini menjadi umur dalam hari seperti perangkat lunak WHO Anthro. Satu bulan dihitung 30,4375 hari.

Koreksi cara ukur

Bila anak di bawah 24 bulan diukur berdiri, hasilnya ditambah 0,7 cm. Bila anak 24 bulan ke atas diukur telentang, hasilnya dikurangi 0,7 cm. Pengukuran berdiri pada anak di bawah 9 bulan dianggap tidak lazim sehingga tidak dikoreksi dan ditandai.

Perhitungan z-score

Z-score dihitung dengan metode LMS: z = ((X / M)L - 1) / (L x S), dengan X nilai anak serta L, M, dan S parameter rujukan WHO untuk jenis kelamin dan umur atau panjang badan anak. Parameter diambil dari tabel WHO per hari untuk indeks berbasis umur dan per 0,1 cm untuk indeks berbasis panjang atau tinggi badan, dengan interpolasi linier di antara dua baris.

Untuk BB/U, BB/PB, BB/TB, IMT/U, dan LiLA/U, nilai di atas +3 atau di bawah -3 dihitung ulang memakai jarak antara garis 2 SD dan 3 SD, sesuai prosedur WHO. PB/U, TB/U, dan lingkar kepala menurut umur memakai rumus dasar. Hasil dibulatkan dua angka desimal.

Kategori status gizi

IndeksKategoriAmbang z-score
BB/UBerat badan sangat kurang< -3 SD
Berat badan kurang-3 SD s.d. < -2 SD
Berat badan normal-2 SD s.d. +1 SD
Risiko berat badan lebih> +1 SD
PB/U atau TB/USangat pendek< -3 SD
Pendek-3 SD s.d. < -2 SD
Normal-2 SD s.d. +3 SD
Tinggi> +3 SD
BB/PB, BB/TB, dan IMT/UGizi buruk< -3 SD
Gizi kurang-3 SD s.d. < -2 SD
Gizi baik-2 SD s.d. +1 SD
Berisiko gizi lebih> +1 SD s.d. +2 SD
Gizi lebih> +2 SD s.d. +3 SD
Obesitas> +3 SD

Lingkar kepala di bawah -2 SD atau di atas +2 SD ditandai untuk evaluasi. LiLA pada anak 6 bulan ke atas dibaca dengan batas 11,5 cm dan 12,5 cm.

Nilai yang perlu diperiksa ulang

Mengikuti batas WHO, BB/U di bawah -6 atau di atas +5, PB/U atau TB/U di luar -6 sampai +6, serta BB/PB, BB/TB, IMT/U, lingkar kepala, dan LiLA di luar -5 sampai +5 dianggap tidak wajar. Hasil triase kemudian meminta pengukuran diperiksa ulang. Bila ada edema bilateral, indeks berbasis berat badan tidak dihitung.

Usia berat, usia tinggi, dan usia kronologis

Usia berat adalah umur ketika median berat badan anak rujukan WHO berjenis kelamin sama setara dengan berat badan anak. Usia tinggi dihitung dengan cara yang sama memakai median panjang atau tinggi badan. Kurva median disambung pada umur 24 bulan dengan menyetarakan tinggi berdiri ke panjang telentang, lalu usia dicari dengan interpolasi di antara dua hari yang berdekatan. Nilai di bawah median saat lahir ditulis 0 bulan, dan nilai di atas median umur 60 bulan ditulis lebih dari 60 bulan.

Membaca pola

Usia tinggi dianggap tertinggal bila lebih rendah dari usia kronologis sebesar 10% atau lebih. Usia berat dianggap tertinggal, atau melebihi, bila selisihnya terhadap usia tinggi 15% atau lebih. Selisih di bawah 0,5 bulan diabaikan dan pola belum dinilai pada umur di bawah 1 bulan. Semua batas ini dapat diubah admin setelah penilaian panel ahli.

PolaMakna untuk triase
Usia berat < usia tinggi < usia kronologisMengarah ke gangguan pertumbuhan terkait gizi.
Usia berat setara usia tinggi, keduanya < usia kronologisPendek proporsional. Dapat berupa variasi normal atau penyebab lain.
Usia tinggi < usia kronologis, usia berat > usia tinggiTidak khas masalah gizi. Perlu dicari penyebab lain.
Usia berat < usia tinggi, tinggi sesuai usiaBerat tertinggal lebih dulu. Perlu pemantauan berat badan.
Ketiga usia sejalanTidak ada ketertinggalan yang bermakna.

Triase

Level risiko ditentukan oleh aturan yang tercatat di sistem. Setiap aturan berisi satu atau beberapa syarat. Bila beberapa aturan terpenuhi, level tertinggi yang dipakai dan semua alasan ditampilkan kepada petugas. Aturan bawaan disusun dari kategori Permenkes No. 2 Tahun 2020, kriteria LiLA dan edema pada tata laksana gizi buruk, serta pola tiga usia. Aturan ini merupakan rancangan awal untuk dinilai panel ahli.

Pengukuran berulang

Bila anak memiliki riwayat pengukuran, kalkulator menghitung perubahan z-score BB/U dan PB/U terhadap pengukuran yang berjarak paling sedikit 28 hari, serta jumlah kunjungan berturut-turut dengan kenaikan berat badan di bawah tabel kenaikan berat badan minimal pada kunjungan berjarak 21 sampai 45 hari.

Verifikasi perhitungan

Mesin perhitungan diuji terhadap kode resmi paket anthro dari WHO pada 3.000 kasus acak dengan umur dalam hari. Sebanyak 17.999 dari 18.000 nilai z-score sama persis sampai dua desimal. Satu nilai berbeda 0,01 pada data yang sudah berada di luar batas wajar, akibat pembulatan bilangan titik mengambang. Perhitungan di browser dan di server menghasilkan angka yang identik.

Rujukan

  1. WHO Multicentre Growth Reference Study Group. WHO Child Growth Standards: length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age. Methods and development. Geneva: World Health Organization; 2006.
  2. World Health Organization. WHO Child Growth Standards: head circumference-for-age, arm circumference-for-age, triceps skinfold-for-age and subscapular skinfold-for-age. Methods and development. Geneva: World Health Organization; 2007.
  3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
  4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1928/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting.
  5. Cole TJ, Green PJ. Smoothing reference centile curves: the LMS method and penalized likelihood. Statistics in Medicine. 1992;11(10):1305-1319.
  6. World Health Organization. anthro: Computation of the WHO Child Growth Standards. Paket R.

Pasang di layar utama

Aplikasi terbuka tanpa bilah browser dan kalkulator tetap bisa dipakai saat sinyal lemah.

iPhone atau iPad (Safari)

  1. Ketuk tombol Bagikan di bilah bawah.
  2. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
  3. Ketuk Tambah.

Android atau tablet (Chrome)

  1. Buka menu titik tiga di kanan atas.
  2. Pilih Instal aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.